Rabu, 21 Desember 2011

Langkah - langkah Trouble shooting *Teknik Perawatan tak terencana

3.3.4        Langkah Langkah Trouble Shooting


Trouble shooting adalah suatu tindakan untuk menyelesaikan masalah secara cepat dan sesui sasaran. Dalam hal ini yang dimaksud dengan masalah adalah kerusakan atau gangguan mesin. Ada banyak metode yang dilakukan dalam trouble shooting, tetapi secara umum dapat dibagi menjadi tiga langkah pokok yaitu : deteksi, analisa dan koreksi.

3.3.4.1  Deteksi
Langkah awal dari trouble shooting adalah deteksi, artinya perlu dicari terlebih dahulu apa (what) yang rusak dan bagaimana (how) kerusakan itu terjadi. Lokasi/bagian kerusakan harus diketahui dulu demikian pula dengan jenis kerusakan harus segera  dapat didefinisikan. Metode deteksi dapat secara manual maupun dengan alat bantu. Yang terpenting lagi adalah pengumpulan data, baik data tertulis seperti spesifikasi, drawing, data trouble mesin, data penggantian part, data actual mesin, maupun data tidak tertulis yang diperoleh dari hasil wawancara secara langsung dengan operator mengenai cara operasi yang dilakukan dan bagaimana awal terjadinya kerusakan.

Teknik Perbaikan *Teknik Perawatan tak Terencana


3.3.3        Teknik Perbaikan

Pada umumnya mesin-mesin produksi yang digunakan di industri menggunakan peralatan-peralatan listrik, mekanik atau gabungan kedua hal tersebut.

Untuk mengatasi gangguan-gangguan/trouble yang terjadi pada peralatan tersebut di atas, terutama dalam Teknik Perbaikan, maka perlu dasar-dasar system peralatan yang sering dipergunakan yaitu:

1        Sistem Kendali (system control)

a). Input Trigger yaitu masukan untuk menjalankan/memberi rangsangan ke rangkaian control.

Contoh : Switch, Push-Button, Remote Button, Key Board, dll, dan biasanya disertai tegangan input.

Tegangan input ini bermacam-macam seperti 5,12,24,48 Volt DC dan juga 12, 24, 100, 110, 220, 380 Volt AC dan sebagainya.




Kerusakan Mesin dan Trouble Shooting *Teknik Perawatan tak terencana


KERUSAKAN MESIN DAN TROUBLE SHOOTING


3.3.1        Definisi Kerusakan


Kerusakan terjadi bila performance suatu system atau komponen-komponen (mesin) mengalami kegagalan fungsi atau tidak memenuhi harapan. Dalam hal ini ada dua pernyataan Murphy’s yang umumnya dapat diterima sebagai hukum:

“ If anything can possibly go wrong, it will “
&
“ Everything fixed, breaks again sooner or later “


3.3.2        Jenis-jenis Kerusakan dan Penyebabnya


Kerusakan dapat terjadi dalam dua tingkatan, yaitu kerusakan atau kegagalan system (system failure) dimana performance keseluruhan mekanisme berhenti fungsinya. Misalnya suatu kendaraan tiba-tiba tidak mampu distarter, TV tiba-tiba gambarnya lenyap, AC tidak mengeluarkan udara dingin/sejuk.

 Setelah itu pertanyaan lanjutan akan muncul “Apa (what) yang salah?” atau “Apanya yang rusak?” Untuk itu harus dicari komponen penyebab tidak berfungsinya suatu system.

Setelah komponen yang rusak diketemukan maka tahapan berikutnya adalah analisa kerusakan komponen (component failure). Pada tahapan ini muncul pertanyaan bagaimana (how) kerusakan dapat terjadi, dan mengapa (why) komponen tersebut bisa rusak? Untuk itulah perlu dilakukan penyelidikan secara sistematis, agar kerusakan tidak terjadi dan terjadi lagi. Sehingga kalau sekedar mengganti komponen yang rusak, tanpa penyelidikan, maka akan terjadi kerusakan lagi dikemudian hari.Secara umum faktor-faktor penyebab gangguan dan kerusakan pada mesin adalah:

Corrective Maintenence dan Breakdown Maintenence *Teknik Perawatan Tak Terencana


TEKNIK PERAWATAN TAK TERENCANA

Teknik perawatan tak terencana saat ini hampir tak pernah lagi diterapkan, terutama yang full unplanned. Tetapi hal ini harus tetap dicermati karena tidak mungkin suatu perawatan mesin semuanya selalu berjalan sesuai dengan rencana, meskipun itu tujuannya. Jadi untuk mengantisipasinya  dibuat suatu rencana untuk sesuatu yang tidak dapat direncanakan, misalnya overhead cost pada budget. Dengan demikian apabila saat itu muncul maka bagian perawatan memiliki waktu, biaya, tenaga, skill dan material yang memadai untuk mengatasinya.


3.1  CORRECTIVE  MAINTENANCE

Perawatan koreksi tidak hanya berarti memperbaiki, tetapi juga mempelajari sebab-sebab terjadinya kerusakan serta cara-cara mengatasinya dengan cepat, tepat dan benar sehingga tercegah terulangnya kerusakan yang serupa.

Untuk mencegah terulangnya kerusakan yang serupa perlu dipikirkan dengan mantap tindakan yang tepat, misalnya:

1.      Memperbaiki Jadwal dan tindakan perawatan untuk mesin tersebut.
2.      Mengurangi/mengubah beban pada mesin tersebut.
3.      Mengganti jenis material dari komponen yang mengalami kerusakan.
4.      Mengubah konstruksi menjadi lebih baik sesuai perhitungan.
5.      Melatih operator mesin tersebut agar dapat mengoperasikan mesin dengan benar.
6.      Seluruh mesin diganti dengan mesin baru.
7.      Mengubah proses produksi, sehingga semua system produksi berubah.

Oleh karenanya laporan terperinci tentang kerusakan peralatan adalah sangat penting untuk dianalisa sehingga dapat diambil kesimpulan dan tindakan yang tepat untuk mengatasi atau mencari alternative penyelesaian.

Rabu, 23 November 2011

Prosedur Perencanaan Perawatan *Teknik Perawatan

3.      PROSEDUR PERENCANAAN PERAWATAN


Perawatan terencana, mutlak diperlukan perencanaan yang baik dan benar. Tujuannya adalah agar sasaran dan target perawatan dapat dicapai dengan optimal. Main out put dari perencanaan perawatan adalah suatu jadwal perawatan yang lengkap, komunikatif dan komprehensif.

Adanya penjadualan pekerjaan (work scheduling) memungkinkan anggaran dapat dialokasikan sepanjang periode waktu tertentu. Lebih dari 80% aktifitas pemeliharaan dapat direncanakan dalam bentuk work planning dan work scheduling.

Dengan melakukan tahapan perencanaan yang sistematis, maka daftar pekerjaan, frekuensi untuk pelaksanaannya, kebutuhan material/sparepart dan personel dapat diatur sedemikian rupa, sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan dengan pola jadual tertentu baik secara harian, mingguan, bulanan maupun tahunan, sesuai perkiraan waktu yang ditentukan.

Predictive Maintenance *Teknik Perawatan

PREDICTIVE MAINTENANCE


Seperti yang telah diketahui bersama, salah satu kegiatan perawatan mesin adalah mengganti komponen yang telah rusak atau aus, akan tetapi kadang-kadang rusaknya diikuti oleh rusaknya komponen yang lain atau paling tidak menurun kondisinya.

Untuk mengatasi masalah ini maka diterapkan teknik perawatan ramalan (Predictive) yaitu bentuk baru dari teknik perawatan terencana yang mana penggantian komponen/suku cadang dilakukan lebih awal dari waktu terjadinya kerusakan. Untuk industri-industri yang besar dan berproduksi secara berantai seperti industri kimia, pengecoran logam, industri makanan, obat-obatan dan lainya, akan sangat menguntungkan menerapkan system perawatan ini karena terhentinya aliran produksi beberapa menit saja akan dapat menimbulkan kerugian besar.

Contoh dari tindakan perawatan ramalan ini adalah: mengganti semua bantalan (roller bearing) yang berada pada satu poros walaupun diketahui hanya satu buah saja yang mengalami kerusakan.


Penyetelan dan Penggantian Periodik *Teknik Perawatan



4.       Penyetelan (Adjustment)


Adjusment berarti penyetelan, penyesuaian ataupun pengaturan. Seperti halnya inspeksi, penyetelan ini juga dimulai dari yang paling sederhana sampai yang kompleks. Penyetelan ini seringkali dikategorikan dalam prediktif, karena tindakannya adalah mengembalikan ke kondisi standar. Tapi lebih baik lagi kalau penyetelan dilakukan secara periodic, tanpa melihat besarnya penyimpangan yang terjadi.

Dalam penyetelan yang sederhana yang paling perlu diperhatikan yaitu kondisi mur-baut. Ada disebutkan kondisi mur-baut merupakan persyaratan ketiga dalam menjaga kondisi dasar mesin setelah kebersihan dan pelumasan. Banyak kerugian yang ditimbulkan oleh kondisi mur-baut yang tidak benar misalnya; dies dan piranti yang pecah, tombol alat bantu salah fungsi, kebocoran flens pipa, getaran yang berlebihan pada drive motor dan sebagainya. Untuk ini pun diperlukan checklist sebagai berikut:

1.      Apakah ada baut/mur yang kendor atau kekencangannya kurang dari tingkat torsi yang memadai?
2.      Apakah pemasangan mur-baut sudah benar?
3.      Bagaimana pemakaian ring plat pada slot?
4.      Bagaimana pemakain cincin pegas?
5.      Bagaimana kondisi baut leveling?
6.      Apakah desain dan konstruksi mur/baut sudah benar?
7.      Bagaimana panjang baut terhadap kondisi lokasi?

Pelumasan dan Pemeriksaan *Teknik Perawatan

2.      Pelumasan (Lubrication)

Pelumasan merupakan persyaratan kedua dalam menjaga kondisi standar mesin/alat. Pelumasan secara tidak langsung akan mencegah penurunan kondisi mesin/alat dan mencegah keausan maupun kinerja yang buruk. Namun justru karena pengaruhnya yang tidak langsung ini pelumasan seringkali luput dari perhatian. Untuk mendapatkan ketelitian dalam pelumasan diperlukan checklist sebagai berikut:

1.      Apakah tempat penyimpanan pelumas sudah ditutup?
2.      Apakah tempat penyimpanan keadaannya bersih?
3.      Apakah sudah tersedia stock pelumas yang cukup?
4.      Apakah lubang periksa pelumas terlihat jelas?
5.      Apakah system pelumas terpusat bekerja dengan baik?
6.      Apakah setiap mesin/alat sudah diberi label?
7.      Reservoir berisi jenis pelumas apa? Bagaimana kerjanya?
8.      Apakah tutup pelindung pelumas bekerja dengan baik?
9.      Apakah pelumas mencapai komponen gerak?
10.  Apakah terbentuk lapisan film pada komponen gerak?
11.  Apakah pelumas tidak berlebihan?
12.  Apakah standar pelumasan sudah termasuk tipe, jumlah, interval dan alokasi pekerjaan pelumasan?

Perawatan Terencana *Teknik Perawatan


PERAWATAN TERENCANA

PREVENTIVE MAINTENANCE

Perawatan pencegahan yaitu perawatan yang dilakukan dengan interval tertentu yang maksudnya untuk meniadakan kemungkinan terjadinya gangguan kemacetan atau kerusakan mesin. Perawatan ini dapat dibagi lagi menjadi running maintenance dan shutdown maintenance.
a)    Running Maintenance adalah perawatan yang dilakukan sementara mesin masih dalam kondisi digunakan.
b)    Shutdown maintenance adalah perawatan yang hanya dilakukan bila mesin tersebut sengaja dihentikan.
 
1       Kebersihan (cleaning)

Kebersihan berarti menyingkirkan benda asing (debu, kotoran, benda yang tidak semestinya ada, dll) dari mesin/alat maupun bahan. Benda asing akan menimbulkan kerugian pada beberapa peralatan/komponen seperti: system elektrik, system hydrolic, peralatan otomatis, bahan baku, elektronik, mesin presisi, electroplating, dll.

Minggu, 20 November 2011

Macam - macam cara pelumasan *Pelumasan

MACAM MACAM CARA PELUMASAN

1        Pelumasan celup




Pelumas jenis ini hanya efiesien untuk kecepatan rendah dan sering kali digunakan untuk pelumasan pada kotak roda gigi.
Penutup bak oli harus betul-betul baik, sehingga tidak terjadi kebocoran.





2        Pelumasan percikan




Komponen bergerak yang ada di dalam gearbox tertutup.
Selama berputar, komponen ada saat tercelup ke dalam oli sehingga timbul percikan oli sehingga melumasi komponen lainnya.
Permukaan oli dapat diperiksa dengan melihat pada glass indicator-nya.



Gemuk *Pelumasan

GEMUK (GREASE)

Gemuk lumas adalah pelumas yang dipadatkan dengan sabun metallic atau non sabun metallic. Ketentuan mutu dari gemuk lumas ditentukan berdasarkan beberapa uji mekanik, diantaranya :

§      Four Ball Test (IP 239) dan dari Hinken Test (IP 240) untuk menentukan sifat extreme Pressure dan Anti Wear.
§      SKF V2F Test menentukan kestabilan mekanik dari gemuk lumas.


Tingkat Kekerasan

Seperti halnya kekentalan untuk pelumas, untuk gemuk lumas dinyatakan dengan kekerasan (consistency), pengelompokannya ditentukan oleh National Lubricating Grease Institute (NLGI) yang membagi kekerasan gemuk lumas menjadi 9 tingkat kekerasan, dari tingkat kekerasan 000 sampai tinggkat kekerasan 6. Semakin besar angka NLGI, semakin keras gemuk lumasnya (lihat pada Tabel 6 NLGI Lubricating Grease Consistency Grades).

Rabu, 16 November 2011

Menentukan Pelumas yang Cocok *Pelumasan

MENENTUKAN PELUMAS YANG COCOK

Adanya kemajuan teknologi menyebabkan pula lahirnya pelumas yang cocok untuk mesin yang bersangkutan. Guna memilih jenis oli yang akan dipakai, sekurang-kurangnya haruslah cocok dengan persyaratan dan kondisi mesin yang dipergunakan. Untuk tujuan tersebut, sifat terpenting yang merupakan dasar pemilihan adalah kekentalan dari pelumas yang akan dipakai serta kesesuaian performance levelnya.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa:
1.      Diperlukan pelumas yang encer, bila putaran cepat, beban rendah dan temperature operasi rendah.
2.      Diperlukan pelumas yang kental, bila putaran rendah, beban berat dan temperatur operasi tinggi.

Pada hakekatnya yang menjadi dasar penilaian pelumas, adalah anjuran atau persyaratan mesin atau buku instruksi (Instruction Manual book).

Sifat-sifat Umum Pelumas *Pelumasan

3  SIFAT SIFAT UMUM PELUMAS

Sifat-sifat umum pelumas adalah:

1)      Appearance. Rupa pelumas dengan melihat keadaan visualnya dan dapat menunjukkan:
§      clear: Pelumas terlihat jernih.
§      hazy: Pelumas terlihat tidak jernih/berkabut. Pada pelumas baru, hazy menunjukkan adanya air atau uap air yang terdapat pada pelumas.
§      dark: Bila appearance terlihat dark atau gelap, ini dapat menunjukkan adanya kandungan produksi oksidasi dari pelumas atau bahan bakar.

Senin, 14 November 2011

pelaksanaan, penguasaan mesin *Teknik Perawatan

  LANJUTAN BAB SEBELUMNYA

1.1.1        Berdasarkan Pelaksanaannya
§      Inspection
§      Checking
§      Cleaning
§      Lubricating
§      Fungtion Test
§      Adjustment
§      Calibration
§      Replacement
§      Repairing
§      Overhaul
§      Recondition
§      Contracted Service
§      Engineering & Workshop
§      Work Distribution
§      Purchase Requisition
§      Stock Control
§      Reporting

Jenis, Sifat, Obyek, dan Spesifikasi Ilmu *Teknik Perawatan


1.1  PEMBAGIAN TEKNIK PERAWATAN

 LANJUTAN BAB SEBELUMNYA

1.1.1        Berdasarkan Jenisnya
§      Job Order Maintenance adalah pekerjaan maintenance dilakukan bila ada panggilan.
§      Routine Maintenance adalah pekerjaan maintenance dilakukan secara rutin tanpa dipanggil, sesuai petunjuk perawatan mesin (misal: pelumasan dan penggantian oli).
§ Breakdown Maintenance adalah pekerjaan maintenance dilakukan setelah mesin berhenti/diberhentikan karena rusak.
§      Corrective Maintenance adalah pekerjaan maintenance untuk mengembalikan kondisi mesin pada kondisi standar yang diperlukan.
§      Predictive Maintenance adalah pekerjaan maintenance yang dilakukan berdasarkan kondisi mesin yang bersangkutan.
§      Preventive Maintenance adalah pekerjaan maintenance yang dilakukan  berdasarkan jadwal yang telah ditentukan untuk menghindari terjadinya kerusakan.
§   Productive Maintenance adalah pekerjaan maintenance dilakukan dengan melibatkan seluruh karyawan dengan mengharapkan hasil yang lebih baik.
§     Total Productive Maintenance/TPM adalah pengembangan Productive Maintenance yang meliputi seluruh aspek dalam perusahaan.
§      Shutdown Maintenance adalah pekerjaan maintenance dilakukan dengan memberhentikan mesin untuk perbaikan.

1.1.2        Berdasarkan Sifatnya

1.1.2.1  Pemeliharaan Terencana (Planned Maintenance)
Pemeliharaan Terencana adalah pemeliharaan yang diorganisir dan dilaksanakan berdasarkan orientasi ke masa depan, dengan pengendalian dan dokumentasi mengacu pada rencana yang telah disusun sebelumnya.

PENGENALAN TEKNIK PERAWATAN

PENGENALAN TEKNIK PERAWATAN

1.1  DEFINISI

Perawatan/Pemeliharaan (Maintenance) adalah semua tindakan atau kombinasi dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mempertahankan dan/atau mengembalikan suatu mesin/peralatan produksi pada standar yang sudah ditetapkan.

1.2  TUJUAN

Tujuan diadakannya bagian perawatan adalah agar ada sesuatu kegiatan untuk memelihara dan menjaga peralatan berada pada kondisi sebaik mungkin dengan biaya serendah-rendahnya.

Kamis, 10 November 2011

PELUMASAN

PENGENALAN  PELUMAS


 1 PENDAHULUAN

Tugas utama dari pelumas adalah membentuk lapisan film antara benda yang saling bergerak satu sama lain untuk menghindari kontak langsung pada material. Sedangkan fungsi dari pelumas ini adalah:
1)      Mengurangi gesekan (mencegah aus)
2)      Sebagai lapisan pelindung permukaan (mencegah korosi)
3)      Sebagai media pendingin (mencegah crack)
4)      Membuang kotoran (menjaga tetap bersih)

Bentuk-bentuk pelumas:
1)      Cair (liquid), misal oil
2)      Gel, misal grease (gemuk)
3)      Serbuk (powder), misal graphit
4)      Gas, seperti udara, steam, asam carbon, O2.

Klasifikasi pelumas berdasarkan bahan:
1)      Pelumas mineral (dari produk minyak bumi)
2)      Pelumas sintetis (dari bahan sintetis, bisa terbuat dari hasil-hasil produk minyak bumi, lemak binatang, tumbuh-tumbuhan)
3)      Pelumas semi sintetis (merupakan campuran dari pelumas mineral dan pelumas sintetis)

Selasa, 08 November 2011

Toleransi sistem suaian *Gambaran Umum Metrologi Pengukuran

LANJUTAN BAB SEBELUMNYA

Toleransi Sistem Suaian
Yang dimaksud sistem suaian adalah deret dari pasangan toleransi ISO untuk lubang dan poros yang disusun secara sistematik. Untuk penyusunan ini diperlukan suatu basis (dasar). Dengan basis itulah disusun dua macam suaian, diantaranya:
1.      Sistem basis lubang
Pada sistem ini deret pasangan suaian disusun dengan basis toleransi H, artinya:
-          Lubang memiliki toleransi H
-          Poros dapat memiliki toleransi a s/d zc
Ukuran terkecil yang diijinkan dari lubang dipakai sebagai ukuran nominal/garis nol.
2.      Sistem basis poros
Pada sistem ini deret pasangan suaian disusun dengan basis toleransi h, artinya:
-          Poros memiliki toleransi h
-          Lubang dapat memiliki toleransi A s/d ZC
Ukuran terkecil yang diijinkan dari poros dipakai sebagai ukuran nominal/garis nol.

Senin, 07 November 2011

Toleransi Bentuk Dan Posisi *Gambaran Umum Metrologi Pengukuran

LANJUTAN BAB SEBELUMNYA.

1.      Toleransi Bentuk dan Posisi
Jenis Toleransi Bentuk & Posisi dengan simbolnya menurut ISO:

Tabel 1.1 Simbol Toleransi Bentuk dan posisi menurut ISO


Minggu, 06 November 2011

Toleransi *Gambaran Umum Metrologi Pengukuran

LANJUTAN BAB SEBELUMNYA

1.2    Toleransi dan Suaian
1.1  Toleransi
Harus ada toleransi terhadap adanya penyimpangan geometri (ukuran, bentuk, posisi, dan kekasaran permukaan)

1.      Toleransi ukuran ( dimensional tolerance ), adalah perbedaan ukuran antara kedua harga batas ( two permissible limits ) di mana ukuran atau jarak permukaan / batas geometri komponen harus terletak.
Cara menuliskan ukuran pada gambar teknik :
a.       Penulisan dengan menyatakan batas ukuran atas dan bawah (maks. dan min.)
      *dibawah


Karakteristik / Spesifikasi Geometrik *Gambaran Umum Metrologi Pengukuran

LANJUTAN BAB SEBELUMNYA

1.1    Karakteristik/ Spesifikasi Geometrik
Karakteristik geometrik mempunyai pengaruh yang besar atas fungsi mesin, tetapi bukan sebagai ukuran kemampuan mesin.

Karakteristik geometrik meliputi :
  1. Ukuran (dimention)
  2. Bentuk (form)
  3. Posisi (position)
  4. Kehalusan /kekasaran (smoothness/roughness)

Mengapa Perlu Spesifikasi geometri?

Sabtu, 05 November 2011

GAMBARAN UMUM METROLOGI

BAB 1
GAMBARAN UMUM METROLOGI


1.1    Pengertian Metrologi
Metrologi adalah “ilmu pengetahuan tentang pengukuran” (the science of measurement). Mengapa perlu ilmu untuk mengukur? Tentunya, supaya pengukuran itu dapat dilakukan dengan benar dan hasilnya dapat dipercayai.
Dalam pelaksanaannya di dunia nyata, metrologi dapat dikategorikan sebagai beri

DEMOKRASI DAN PERANAN NEGARA

DEMOKRASI DAN PERANAN NEGARA


PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah

Peranan negara dan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari telaah tentang demokrasi, karena dua alasan. Pertama, hampir semua negara di dunia ini telah menjadikan demokrasi sebagai asasnya yang fundamental sebagai telah ditunjukkan oleh hasil studi UNESCO pada awal 1950-an yang mengumpulkan lebih dari 100 sarjana Barat dan Timur, sementara di negara-negara demokrasi ini pemberian peranan kepada negara dan masyarakat hidup dalam porsi yang berbeda-beda (kendati sama-sama demokrasi). Kedua, Demokrasi sebagai asas kenegaraan secara esensial telah memberikan arah bagi peranan masyarakat untuk menyelenggarakan negara sebagai organisasi tertinggi tetapi ternyata demokrasi itu berjalan dalam rute yang berbeda-beda
Minimal ada tiga rute yang sampai saaat ini bisa dicatat tentang upaya menuju demokrasi modern yaitu revolusi borjuis yang ditandai dengan kapitalisme dan parlementerisme (Prancis Dan Inggris), Revolusi dari atas yang juga kapitalis dan reaksioner yang berpuncak pada facisme (Jerman), dan revolusi petani seperti terlihat pada pada rute komunis yang sampai pada tahap tertentu disokong oleh kaum buruh (seperti rusia dan cina). Dengan dua alasan tersebut menjadi jelas bahwa asas demokrasi yang hampir sepenuhnya disepakati sebagai modal terbaik bagi dasar penyelenggaraan negara ternyata memberikan implikasi yang berbeda diantara pemakai-pemakainya bagi peranan negara. Kedua, pengembangan ilmu pengetahuan harus diorientasikan pada upaya membina keselamatan umat manusia, tidak boleh merusak. Karena dua prinsip dasar ini tidak turut di adopsi dalam pengembangan ilmu di Dunia Barat, maka Renaissance yang gemilang itu seperti telah dikemukakan di depan menampilkan sisi buruk yang sampai kini terus berlangsung.

B. Rumusan Permasalahan

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan permasalahannya ialah: “Bagaimanakah penerapan kebijakan sistem demokrasi dan peranan demokrasi  dalam penyelenggaran negara”.

Senin, 25 Juli 2011

the first class

blog ke-2 gw yang hilang karena banjir parah di tahun 2004 lalu