Rabu, 21 Desember 2011

Kerusakan Mesin dan Trouble Shooting *Teknik Perawatan tak terencana


KERUSAKAN MESIN DAN TROUBLE SHOOTING


3.3.1        Definisi Kerusakan


Kerusakan terjadi bila performance suatu system atau komponen-komponen (mesin) mengalami kegagalan fungsi atau tidak memenuhi harapan. Dalam hal ini ada dua pernyataan Murphy’s yang umumnya dapat diterima sebagai hukum:

“ If anything can possibly go wrong, it will “
&
“ Everything fixed, breaks again sooner or later “


3.3.2        Jenis-jenis Kerusakan dan Penyebabnya


Kerusakan dapat terjadi dalam dua tingkatan, yaitu kerusakan atau kegagalan system (system failure) dimana performance keseluruhan mekanisme berhenti fungsinya. Misalnya suatu kendaraan tiba-tiba tidak mampu distarter, TV tiba-tiba gambarnya lenyap, AC tidak mengeluarkan udara dingin/sejuk.

 Setelah itu pertanyaan lanjutan akan muncul “Apa (what) yang salah?” atau “Apanya yang rusak?” Untuk itu harus dicari komponen penyebab tidak berfungsinya suatu system.

Setelah komponen yang rusak diketemukan maka tahapan berikutnya adalah analisa kerusakan komponen (component failure). Pada tahapan ini muncul pertanyaan bagaimana (how) kerusakan dapat terjadi, dan mengapa (why) komponen tersebut bisa rusak? Untuk itulah perlu dilakukan penyelidikan secara sistematis, agar kerusakan tidak terjadi dan terjadi lagi. Sehingga kalau sekedar mengganti komponen yang rusak, tanpa penyelidikan, maka akan terjadi kerusakan lagi dikemudian hari.Secara umum faktor-faktor penyebab gangguan dan kerusakan pada mesin adalah:


Pada tahapan kerusakan system secara umum  dapat dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu system mekanis atau elektik. Pada system mekanis biasanya gejalanya dapat diketahui secara fisik. misalnya terjadinya getaran yang berlebihan, gerakan mesin tidak balance, adanya suara yang tidak semestinya. Sedangkan pada system elektrik gejala yang tidak nampak biasanya lebih dominan. Gejala yang nampak misalnya, panas yang berlebihan pada bagian tertentu. Sedangkan yang tidak nampak bisa diketahui dari performance mesin yang mulai turun, atau dari hasil pengukuran pada arus, tegangan dan tahanan isolasinya.

Kerusakan system elektrik dapat dikategorikan menjadi tiga tingkatan:

1)      Malfunction, system tidak berfungsi semestinya karena komponen mengalami penurunan performance atau berubahnya rangkaian kerja akibat berubahnya setting parameter.
2)      Failure, system tidak mau bekerja karena rusaknya komponen atau putusnya suatu rangkaian sehingga arus terhenti (loss contact) di suatu titik.
3)      Tripped, pengaman (fuse) system elektrik terputus (shut down) akibat tingginya arus yang diterima pengaman (overload, short circuit)

Kerusakan komponen atau konstruksi mesin secara umum dapat diklasifikasikan dalam empat kategori, yaitu:

1)      Damage - defect berarti suatu kondisi dimana terjadi akumulasi aliran plastis pada struktur konstruksi, tetapi masih bisa dimanfaatkan.
2)      Fracture - crack, adalah suatu keadaan yang menunjukkan bahwa konstruksi mulai retak.
3)      Fracture – break, adalah suatu keadaan yang memperlihatkan konstruksi atau komponen patah memjadi dua bagian atau lebih. Seringkali fracture mempunyai pengertian yang sama dengan break.
4)      Rupture, adalah suatu kondisi khusus dimana komponen atau struktur patah disertai geseran palastis (plastic slip), terutama pada material yang bersifat ulet. Komponen atau struktur yang mengalami creep atau creep test (pengujian pada tegangan konstan dalam konsisi temperature tinggi) akan menghasilkan rupture.

Berdasarkan pendekatan kurva tegangan-regangan (stress-strain curve), dalam pengujian tarik, bila tegangan melampaui Yeild-stress akan terjadi kerusakan (failure). Tahapan umum yang mendahului final/total failure antara lain:

1.      Mulai gagal (incipient failure)
2.      Mulai terjadi cacat (incipient damage)
3.      Mencemaskan (distress)
4.      Memburuk (deterioration), dan
5.      Rusak (damage)

Damage dalam arti luas mencakup kelelahan (fatigue), keausan (wear), dan korosi (corrosion), yangmana secara makroskopis masing-masing fenomena dapat tumbuh  dan mempunyai pengaruh terhadap suatu struktur/konstruksi.


Faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan material, komponen dan konstruksi atau memperpendek umur operasi (service live) adalah:







2 komentar: