Rabu, 23 November 2011

Pelumasan dan Pemeriksaan *Teknik Perawatan

2.      Pelumasan (Lubrication)

Pelumasan merupakan persyaratan kedua dalam menjaga kondisi standar mesin/alat. Pelumasan secara tidak langsung akan mencegah penurunan kondisi mesin/alat dan mencegah keausan maupun kinerja yang buruk. Namun justru karena pengaruhnya yang tidak langsung ini pelumasan seringkali luput dari perhatian. Untuk mendapatkan ketelitian dalam pelumasan diperlukan checklist sebagai berikut:

1.      Apakah tempat penyimpanan pelumas sudah ditutup?
2.      Apakah tempat penyimpanan keadaannya bersih?
3.      Apakah sudah tersedia stock pelumas yang cukup?
4.      Apakah lubang periksa pelumas terlihat jelas?
5.      Apakah system pelumas terpusat bekerja dengan baik?
6.      Apakah setiap mesin/alat sudah diberi label?
7.      Reservoir berisi jenis pelumas apa? Bagaimana kerjanya?
8.      Apakah tutup pelindung pelumas bekerja dengan baik?
9.      Apakah pelumas mencapai komponen gerak?
10.  Apakah terbentuk lapisan film pada komponen gerak?
11.  Apakah pelumas tidak berlebihan?
12.  Apakah standar pelumasan sudah termasuk tipe, jumlah, interval dan alokasi pekerjaan pelumasan?



3.      Pemeriksaan (Checking & Inspection)

Kegiatan pemeriksaan dapat dimulai dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks. Pemeriksaan sederhana (checking) haruslah dapat dilakukan pada saat mesin running dan tanpa alat bantu atau dengan alat bantu yang ringan (portable) dan tidak terlalu rumit penggunaannya.

Pemeriksaan tanpa alat bantu meliputi lihat – raba – dengar; misalnya, getaran abnormal bisa dirasakan melalui sentuhan atau deteksi menggunakan pendengaran, overheated bisa dirasakan dengan sentuhan, perubahan posisi mesin atau penyimpangan alat indicator diketahui melalui penglihatan.

Alat bantu pemeriksaan yang umum misalnya: test pen, tang ampere, avo-meter, thermometer, temp-scan, torsi-meter, sound-level-meter, dll.

Contoh pelaksanaan program inspeksi, meliputi:
§      Identifikasi mesin
§      Kumpulkan semua informasi yang membutuhkan inspeksi berkala
§      Buat standar inspeksi
§      Tentukan frekuansi inspeksi dan personel pelaksanaan inspeksi
§      Buat check list atau log sheet sejenis untuk keperluan inspeksi
§  Lakukan analisis terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada check list dan selanjutnya putuskan langkah-langkah koreksi yang harus diambil.

Faktor-faktor terpenting dalam membuat Check list/sheet yaitu:
1.      Fungsi peralatan atau Output peralatan tersebut sesuai standar (utama)
2.      Sensitif/kepekaan dari peralatan
3.      Kebersihan pada peralatan
4.      Hal-hal yang terkait dengan safety (keselamatan kerja)
5.      Hal-hal yang terkait dengan environment (lingkungan)

Jadi dalam membuat Check List dari suatu peralatan atau kelompok peralatan dalam suatu unit/lokasi perlu diperhatikan faktor-faktor tersebut di atas.

Sebagai kelengkapan dalam membuat Check List, perlu dijelaskan hal-hal yang penting yaitu: Waktu, Lokasi, Petugas Terkait, (teknisi, atasannya), Tanggal dan Status/Hasil?Kondisi Peralatan, serta Tindak Lanjutnya bila ada kerusakan yang terjadi.


Tabel 1 Contoh Check List/Sheet


Note: Check sheet ini merupakan formulir yang belum diisi dan sudah direncanakan oleh atasan kemudian diberikan pada petugas perawatan selanjutnya petugas tersebut mengecek mesin/peralatan dan mengisi formulir diatas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar